Pages

Speech Teks "Being Kind to Parents"


  بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْم

السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْدُ.

The honorable adjudicators and audience rahimakumullah, Amiin.

First of all, I would like to say thank you very much for the MC and juries who have given me opportunity to stand here and deliver my speech here.

Before I start my speech, let us praise and gratitude pray to Alloh’s presence because of the guidance, we are given this health to come together on this day to follow the speech contest. Sholawat and hopefully shed greetings to our lord the Great Prophet Muhammad SAW.

Well, today in this very special moment, let me stand here to deliver a speech about “Being Kind to Parents”.

As a moslem we must loyal to our parents, as Alloh says in the Al-Qur’an in An-Nisa verse thirty six (36) :
 
The meaning : “Workship to Alloh and don’t consider Alloh as an ally with everything, and being kind to parents.”
Speech Teks "Being Kind to Parents"


That verse asks us to always workship to Alloh, the Great Unity God,  and being kind to our parents. Let’s try to count our parents services, of course we can’t to count it, because their services are very great.

When our mothers pregnant, they are in difficulty, while our fathers work everyday to prepare our birth. And when we were born, our parents they loves us and always take care us well .

One day, there was a Prophet’s friend asked to  The Prophet Muhammad SAW, “Who is appropriate to get my best respecting oh My Prophet?”.
“Your mother.” Answered the Prophet.
The Prophet answered it until three times.
“Then whom, My Prophet”?
“Your Father.”

Those answers indicate that being kind to parents, honouring and respecting them, is extremely important in the way of life that is Islam.

Ladies and Gentlemen,
Let us to always loyal to our parents and let’s pray :
اللّهُمَّ اَغْفِرْ لِيْ وَلِوَا لِدَيْ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِيْ صَغِيْرَا

Ladies and Gentlemen,
That was my speech about kind to parent. If I have mistakes in delivering it, I apologize.
وَ بِاللهِ تَوْفِقِ وَ الهِدَايَةِ وَالرِّضَى وَالعِنَايَةِ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


Jika Anda tidak tahu artinya Anda bisa membaca artinya di bawah ini :

  بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْم

السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه
الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْدُ.

Yang terhormat dewan juri dan hadirin yang dirahmati Alloh, Amiin.

Pertama-tama, saya akan mengucapkan terimakasih banyak kepada MC dan juri yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk berdiri disini dan menyampaikan pidato disini.

Sebelum saya memulai pidato saya, marilah kita memuji dan mengucapkan terimakasih kepada Alloh karena rahmat dan bimbinganNya kita diberi kesehatan sehingga dapat berkumpul bersama pada hari ini untuk mengikuti lomba pidato. Solawat dan salam semoga tercurahkan kepada raja kita, Nabi Agung Muhammad SAW.

Baiklah, hari ini di kesempatan yang sangat special, saya berdiri disini untuk menyampaikan sebuah pidato tentang “Bersikap Baik Terhadap Orang Tua”.

 Hadirin hadirot,
Sebagai seorang muslim kita harus setia kepada orang tua kita, seperti firman Allah dalam Al-Qur’an surat An-Nisa ayat 36 :

Artinya : “ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua.

Ayat tersebut meminta kita untuk selalu menyembah Alloh SWT, dan bersikap baik terhadap orang tua kita. Cobalah untuk menghitung jasa orang tua kita, betul kita tidak dapat menghitungnya, karena jasa mereka sangat besar/banyak.

Ketika ibu kita hamil, mereka mengalami kesulitan. Sememtara ayah kita bekerja setiap hari untuk menyiapkan kelahiran kita. Dan ketika kita lahir, orang tua kita mencintai kita dan selalu memperhatikan kita dengan baik.

Suatu hari ada seorang sahabat Nabi bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, “ siapakah orang yang sesuai untuk mendapatkan penghormatan terbaik saya wahai Nabiku?”
“Ibumu.” Jawab Nabi.
Nabi menjawab seperti itu sampai tiga kali.
“Kemudian siapa, Nabiku?”
“Ayahmu.” Jawab Nabi.

Jawaban tersebut menunjukkan bahwa kita harus bersikap baik kepada orang tua, dan menghormati mereka, hal itu sangat penting di dalam cara hidup seorang islam.

Hadirin hadirot,
Mari kita untuk selalu setia kepada orang tua kita dan mari berdoa :
اللّهُمَّ اَغْفِرْ لِيْ وَلِوَا لِدَيْ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِيْ صَغِيْرَا

Hadirin hadirot,
Demikian pidato saya tentang berbuat baik kepada orang tua. Jika saya mempunyai kesalahan dalam menyampaikannya, saya mohon maaf.

وَ بِاللهِ تَوْفِقِ وَ الهِدَايَةِ وَالرِّضَى وَالعِنَايَةِ وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمُ وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُهُ



Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah

Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah - Hadroh adalah salah satu seni yang menjadi identitas di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI), khususnya MI yang berada dibawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Seni hadroh ini biasanya ditampilkan sebagai pra acara dalam acara-acara penting di MI, seperti rapat wali murid, silaturrahmi guru-guru, wisuda dan penglepasan kelas VI. Bahkan untuk berpartisipasi di masyarakat, seperti pentas seni dalam rangka HUT RI, pra acara pengajian muharoman dan lain-lain.

Pahit Manisnya Melatih Hadroh Anak-anak Madrasah
Penampilan hadroh anak - anak madrasah

Suatu tanggung jawab yang besar bagi guru/ pelatih yang melatih hadroh anak-anak madrasah. hal itu dikarenakan hasilnya akan dilihat dan dinilai oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak, guru-guru, wali murid, bahkan sampai masyarakat umum. Jika hasilnya kurang memuaskan, bukan anaknya yang diperbincangkan tetapi pelatihlah yang harus menerima banyak kritikan.

Dunia anak-anak berbeda dengan dunia orang yang sudah dewasa. Sebagai pelatih hadroh anak-anak madrasah harus siap merasakan pahitnya melatih, diantaranya yaitu :
  • Banyak anak yang suka main sendiri
Dalam berlatih hadroh memerlukan konsentrasi yang cukup tinggi. Karena ada rumus yang harus dihafalkan, dan ketika beberapa rumus dimainkan bersama diusahakan agar menghasilkan bunyi yang bagus dan saling bersautan dan dapat mengiringi lagu yang dibawakan. Tetapi untuk prakteknya, anak-anak terkadang masih ada yang mainan sendiri (kurang bisa konsentrasi), bahkan ada yang sengaja mengganggu atau menggoda atau membuat temannya tidak konsentrasi. Akibatnya suara antara genjring A dan genjring B tidak selaras.
  • Harus dapat menyesuaikan suasana hati dan perasaan anak
Yang namanya suasana hati anak – anak itu tidak pasti. Terkadang ada anak yang lagi “ngambek” mungkin karena sedang berselisih dengan teman maupun dengan anggota keluarga dirumah. Jika suasana hati anak sedang tidak enak, pastilah akan lebih sulit untuk konsentrasi. Mereka lebih suka diam dan tidak mau berlatih menabuh hadroh. Untuk itu seorang guru / pelatih harus bisa mencairkan suasana hati anak agar bisa ceria kembali dan mau berlatih bersama lagi dengan semangat.
  • Pola pikir anak berbeda dengan guru/ pelatih
Ketika anak – anak diperintahkan untuk istirahat, mereka justru tidak mau berhenti memukul – mukul alat hadroh. Tetapi ketika latihan dimulai dan sudah mulai masuk ke lagu ke tiga atau empat ada beberapa anak yang protes “Capek bu, istirahat dulu lah.” Disini seorang guru / pelatih harus tegas kepada anak – anak, ketika waktu istirahat ya tidak boleh mainan alat hadroh, dan ketika latihan tidak boleh mengeluh dan berhenti sendiri.
  • Anak yang trampil menabuh hadroh malas berangkat latihan
Dari seluruh siswa – siswi di Madrasah tidak semuanya bisa dan trampil dalam “menabuh” hadroh. Hanya ada beberapa siswa yang mempunyai bakat seni yang bagus sehingga dapat menghasilkan bunyi hadroh yang selaras dan dapat mengikuti lagu yang dibawakan vocal. Selain itu ada kendala lagi yang muncul, anak yang trampil menabuh hadroh ada yang malas untuk berangkat latihan. Hal ini tentu sangat merugikan, karena bermain hadroh itu adalah beregu. Jadi, ketika ada satu anak yang tidak berangkat maka menjadi kurang lengkap, dapat menghambat kegiatan latihan, dan akibat terburuknya adalah ketidak kompakan saat tampil di depan umum. Ketegasan seorang guru / pelatih harus lebih ditonjolkan untuk dapat membuat anak – anak selalu berangkat ketika latihan. Mungkin diadakan hukuman bagi yang tidak berangkat atau yang lainnya.
  • Vokalis tidak pernah mendengar lagu-lagu sholawat
Tidak semua siswa juga mempunyai suara yang baik dan merdu. Bahkan sangat sulit mencari vocal yang mempunyai suara yang tinggi. Giliran ada yang bisa tetapi anak tersebut jarang atau bahkan tidak pernah mendengar lagu-lagu sholawat. Hal ini juga menjadi PR untuk guru / pelatih. Guru harus mau memberikan contoh untuk menyanyikan lagu sholawat yang akan dimainkan. Atau jika tidak bisa maka jalan termudah adalah memperlihatkan video atau rekaman contoh lagu yang akan dimainkan. Semakin sering hal tersebut dilakukan maka akan semakin baik.

Kunci sukses melatih hadroh kepada anak – anak adalah kesabaran dan istiqomah. Sabar menghadapi sikap dan tingkah laku anak – anak yang sangat beragam, serta tetap istiqomah untuk selalu latihan secara rutin. Semoga isi artikel ini dapat menjadikan pembelajaran dan motivasi bagi Anda. Aamiin…

Baca : Cara mengatasi anak susah makan dengan laperma platinum

Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Mata Uangnya

Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Mata Uangnya
Mata uang adalah alat pembayaran transaksi ekonomi yang digunakan suatu negara. Berbeda dengan benua Eropa yang sudah menggunakan mata uang bersama yaitu euro, Negara benua asia masih menggunakan mata uang Negara masin-masing. Kurs nilai dari masing masing mata uang tiap Negara memang berbeda, misal 1 yen sama dengan 125,29 rupiah di tahun 2016 ini. Berikut mata uang di Negara-negara benua asia :  
Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Mata Uangnya
mata uang Asia

Asia Timur
Hongkong : Dollar Hongkong
Jepang : Yen
Mongolia : Tugrik
Korea Selatan : Won
Korea Utara : Won
Republik Rakyat China : Yuan
Taiwan : Dollar Taiwan

Asia Tenggara
Brunei Darussalam : Dollar
Filiphina : Peso
Indonesia : Rupiah
Kamboja :Riel
Laos : Kip
Malaysia : Ringgit
Myanmar : Kyat
Singapura : Dollar
Thailand : Bath
Timor Leste : Centavos
Vietnam : Dong

Asia Selatan
Afghanistan : Kabul
Bangladesh : Dhaka
Bhutan : Thimphu
India :New Delhi
Maladewa : Male
Nepal : Khatmandu
Pakistan : Islamabad
Sri Lanka : Kolombo

Asia Tengah
Kazakstan : Tenge
Kirgizstan : Som
Tajikistan : Somoni
Turkmenistan : Manat
Uzbekistan : Som Uzbekistan

Asia Barat
Arab Saudi : Riyal
Armenia : Dram
Azerbaijan : Manat
Bahrain : Dinar
Georgia :Lari
Iran : Rial
Irak : Dinar
Israel : Shekel
Kuwait : Kuwait Dinar
Lebanon : Lebanon Pund
Oman : Omani Rial
Qatar : Qatar Riyal
Siprus : Pound Cyprus
Suriah : Syrian pound
Turki : Lira
Uni Emirat Arab : Dirham
Yaman : Yamani Rial

Yordania : Dinar

Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Ibukotanya

Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Ibukotanya

Sekelumit Tentang Benua Asia
Daftar Nama Negara di Benua Asia dan Ibukotanya
Benua Asia

Benua Asia adalah benua terbesar di dunia baik secara wilayah ataupun secara jumlah penduduk.  Luas benua asia kurang lebih adalah 44. 579.000 km2 atau sekitar 30% dari total daratan di bumi. Sedangkan jumlah penduduk di benua asia kurang lebih adalah 4.436.000.000 orang atau sekitar 60% dadi total penduduk bumi. Dengan luas dan jumlah yang sangat besar tentu berbanding lurus dengan jumlah Negara yang ada di dalamnya, berikut adalah daftar Negara di benua Asia beserta ibukotanya :

Asia Timur
Hongkong : Hongkong
Jepang : Tokyo
Mongolia : Ulan Bator
Korea Selatan : Seoul
Korea Utara : Pyongyang
Republik Rakyat China : Beijing
Taiwan : Taipeh

Asia Tenggara
Brunei Darussalam : Bandar Sri Begawan
Filiphina : Manila
Indonesia : Jakarta
Kamboja :Phnom Penh
Laos : Vientiane
Malaysia : Kuala Lumpur
Myanmar : Naypyidaw
Singapura : Singapura
Thailand : Bangkok
Timor Leste : Dili
Vietnam : Hanoi

Asia Selatan
Afghanistan : Kabul
Bangladesh : Dhaka
Bhutan : Thimphu
India :New Delhi
Maladewa : Male
Nepal : Khatmandu
Pakistan : Islamabad
Sri Lanka : Kolombo

Asia Tengah
Kazakstan : Astana
Kirgizstan : Bishkek
Tajikistan : Dushanbe
Turkmenistan : Ashgabat
Uzbekistan : Tashkent

Asia Barat
Arab Saudi : Riyadh
Armenia : Yerevan
Azerbaijan : Baku
Bahrain : Manama
Georgia :Tbilisi
Iran : Teheran
Irak : Baghdad
Israel : Jerusalem
Kuwait : Kuwait City
Lebanon : Beirut
Oman : Muscat
Qatar : Doha
Siprus : Nicosia
Suriah : Damaskus
Turki : Ankara
Uni Emirat Arab : Abu Dhabi
Yaman : Sanaa

Yordania : Amman

Ilahilas beserta Artinya

Ilahilash beserta artinya
Tentu sebagai anak desa sudah sangat familiar mendengar Ilahilas. Biasanya dilantunkan pada saat setelah adzan sebagai puji-pujian. Apalagi ketika dilantunkan saat setelah adzan subuh, betapa damai dan menyentuh puji-pujian yang konon diciptakan oleh Abu Nawas ini.
Ilahilas beserta Artinya
Abu Nawas pencipta Ilahilas

Berikut teks arab, indonesia dan juga terjemahannya, mudah-mudahan bermanfaat. 

اِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً 
وَلاَ أَقْوَى عَلَى نَّارِ الْجَحِيْمِ
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ 
فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
ذُنُوْبِيْ مِثْلُ عَدَدِ الرِّمَالِ  
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَاذَا الْجَلاَلِ
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِي كُلِّ يَوْمٍ  
وَذَنْبِيْ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِيْ
اِلَهِيْ عَبْدُكَ الْعَاصِيْ أَتَاكَ 
مُقِرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
وَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ 
وَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُوْ سِوَاكَ



Illaahii lastu lilfirdausi ahla
Wahai Tuhan ku tak layak ke surga-Mu

Wa laa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Namun ku tak sanggup dengan siksa neraka

Fahab lii tau batawaghfir dzunuubii
Terimalah taubatku dan ampunilah dosaku

Fainnakaghoo firudz dzanbil ‘adhiimi
Sesungguhnya Kau pengampun dosa besar

Dzunuubii mitslu a’daadir-rimaali
Dosaku sebanyak butiran pasir

Fahablii tau batayyadzal jalaali
Maka berilah aku taubat, wahai Pemilik Keagungan

Wa ‘umrininaa qishunfii kulliyaumi
Dan umur hamba berkurang setiap hari

Wadzammbii zaa idung kaifah timaali
Tapi dosaku terus bertambah, bagaimana aku menanggungnya

Illahi ‘abdukal ‘aashii ataaka
Wahai Tuhanku, hamba yang berdosa ini datang kepada-Mu

Muqirronbi dzunuubi waqod da’aaka
Mengakui dosa-dosaku dan telah mohon ampun pada-Mu

Fa-ingtaghfir fa antalidzaa ka ahlu
Jika Engkau mengampuni memang Engkau adalah pemilik ampunan

Fa in tathrud faman yarjuu siwaaka
Tapi jika Engkau menolak, kepada siapa lagi aku berharap?

Sarjana Pendidikan berburu di MADIN

Sarjana Pendidikan berburu di MADIN

 
Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) adalah wadah yang dibentuk oleh penyelenggara diniyah takmiliah sebagai ajang kominikasi sekaligus bertukar informasi antar penyelenggara diniyah takmiliyah dan peningkatan mutu madin.

Diniyah takmiliyah telah mendapatkan legalitas dari kementerian agama untuk menyelenggarakan  pendidikan agama islam sebagai pelengkap pendidikan umum.

Jenjang pendidikan madrasah takmiliyah pun sama dengan jenjang pendidikan sekolah pada umumnya. Awaliyah untuk tingkat SD diselenggarakan selama 6 tahun, wustho untuk tingkat SLTP dengan masa belajar 3 tahun. Dan ulya untuk tingkat SLTA dengan masa belajar 3 tahun.

Kementerian Agama berencana mengalokasikan dana untuk madrasah takmiliyah. Diantaranya Program Bantuan Operasional Madrasah Diniyah, Program Pendataan Madin dan Program Peningkatan Mutu Pengelolaan Madrasah Diniyah. Program program yang dialokasikan untuk madrasah diniyah tersebut tidak lain untuk menjadikan madrasah diniyah lebih maju, bahkan kalau bisa setingkat dengan pendidikan umum.

Jadi, untuk kedepannya nanti pemerintah akan memberikan bantuan insentif honor bagi guru madin. Bahkan sekarang sudah dimulai pendataan ustadz ustadzah madin.

Seperti yang kita ketahui, sarjana-sarjana pendidikan guru di Indonesia sangatlah membludak. Dan setiap tahunnya selalu bertambah ribuan sarjana pendidikan. Hal itu tidak diimbangi dengan adanya lowongan sebagai guru di sekolah-sekolah umum. Mengetahui fakta bahwa menjadi guru Madin pun akan diberi honor, para sarjana-sarjana kini berebut dan berburu untuk menjadi guru di Madin.

Hal tersebut menimbulkan beberapa kekhawatiran bagi pihak pengurus Madin. Dilihat dari niat para sarjana yang menginginkan honor ketika menjadi guru/ ustadz/ ustadzah Madin saja sudah bermasalah. Dikhawatirkan dari niat yang bukan lillahi ta’ala ( karena Allah SWT ) maka ilmu – ilmu yang diajarkan menjadi kurang berkah.

Melihat fenomena tersebut di atas, Pengurus Madin harus lebih jeli dan teliti lagi dalam menerima tenaga pendidik. Pengurus harus mempertimbangkan beberapa hal berikut :
  • Ikhlas lillahita’ala
Memang keikhlasan itu tidak dapat diukur, tetapi keikhlasan seseorang dapat terlihat dari sikap dan tingkah lakunya. Untuk mengetahuinya dapat juga mengajukan beberapa pertanyaan yang menyinggung dengan keikhlasan.
  • Ilmu keagamaannya
Karena di Madin hal-hal yang diajarkan adalah ilmu Agama Islam. Maka pilihlah calon ustadz/ ustadzah yang menguasai ilmu Agama islam. Lebih baik lagi jika sudah pernah mondok. Hal itu menjadi nilai plus tersendiri. Walaupun bukan sarjana, ilmu-ilmu yang di dapat di pondok lebih tepat untuk disalurkan kepada santri – santri Madin.
  • Sarjana Pendidikan Islam
Setidaknya sarjana lulusan Kampus yang bernuansa Islam pasti sedikit banyak mendapat materi-materi tentang pendidikan Islam. Bahkan di Kampus tertentu ada yang mewajibkan mahasiswanya untuk tes BTA ( Baca Tulis Al-Qur’an ) dan PPI ( Praktek Pengamalan Ibadah ), hal ini dapat mempermudah pihak pengurus untuk mengetahui kemampuan BTA PPI calon ustadz – ustadzah.

Kita semua berharap semua ustadz – ustadzah Madin adalah orang yang benar – benar ikhlas lillahita’ala untuk mengajarkan ilmu – ilmu Agama Islam yang sesuai dengan pedoman umat Islam yaitu Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW, dan dapat mencetak generasi penerus Islam yang berakhlak mulia, berprestasi, dan dapat melindungi bangsa dari ancaman para teroris dan pemecah belah umat Islam. Aamiin…


Belajar Istilah Anatomi Biologi ( sel, jaringan dan Kerangka )

Belajar Istilah Anatomi Biologi ( sel, jaringan dan Kerangka )

Cabang-cabang Anatomi

Anatomi dibagi menjadi 2 bagian besar, yaitu :

1. anatomi makroskopik

2. anatomi mikroskopik

Anatomi makroskopik mempelajari struktur dan bentuk bagian-bagian yang dapat terlihat mata biasa. Yang termasuk dalam lingkup ini adalah :

1. anatomi deskriptif/sistematika : uraian disajikan secara sistem persistem. Anatomi deskriptif memuat :

a. Osteologia (sistem skletale) yang membahas bentuk, susunan dan fungsi tulang dan tulang rawan

b. Arthrologia (sistem articulare) yang membahas bentuk, susunan dan peranan hubungan antar tulang termasuk persendian

c. Myologia (sistem musculare) yang membahas bentuk, susunan dan peranan otot-otot

d. Angiologia (sistem vasculare) membahas sitem sirkulasi dan limfe

e. Neurologia (sistem nervosum) membahas sistem saraf pusat dan saraf tepi

f. Apparatus digestoria (sistem digestive) membahas sistem pencernaan makanan

g. Apparatus respiratorius (sistem respirasi) membahas saluran-saluran udara pernafasan dari hidung sampai paru . Apparatus urogenitalis (sistem urogenitale) membahas sistem perkemihan dan reproduksi

i. Glandula endokrin membahas kelenjar-kelenjar hormon

j. Integumentum commune membahas sistem pelindung permukaan tubuh yaitu kulit dan alat-alat yang terdapat padanya sepertirambut dan kuku.

2. Anatomi topographica/regional : mempelajari kedudukan suatu alat tertentu terhadap alat lainnya, terdiri dari :

a. Sintopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap alat tubuh lainnya

b. Skletopia : mempelajari suatu letak alat tubuh terhadap tulang atau kerangka

c. Holotopia : mempelajari letak sebenarnya suatu alat tubuh

3. Anatomi terapan : anatomi yang uraiannya lebih dikhususkan pada kepentingan diagnosa dan terapi

4. Anatomi permukaan : anatomi yang mediskripsikan tanda-tanda pada permukaan tubuh sebagai penentu kedudukan alat-alat dalam.

Anatomi mikroskopik adalah anatomi yang mempelajari struktur dan bentuk bagian-bagian tubuh dengan menggunakan bantuan alat optik (misal mikroskop). Yang dipelajari adalah sel (cytologi), jaringan (histologi) dan organ (organologi).

Terminologi Anatomi

Posisi anatomis adalah posisi tubuh tertentu, yaitu :

- posisi badan berdiri tegak

- kepala, mata dan jari kaki menghadap ke depan

- anggota badan atas berada di samping dan merapat sehingga telapak tangan menghadap ke depan

- arah ibu jari menjauhi bidang median

kata-kata istilah yang menunjukkan bidang anatomis :

- bidang median : bidang vertikal yang berjalan longitudinal melalui tubuh dan membagi tubuh menjadi dua bagian kiri dan kanan secara simetris

- bidang sagittal : bidang vertikal yang sejajar bidang median

- bidang frontal : bidang vertikal yang tegak lurus bidang median dan membagi tubuh menjadi bagian depan dan belakang

- bidang coronal : bidang frontal yang khusus digunakan pada kepala

- bidang horizontal : bidang yang tegak lurus terhadap bidang median dan frontal dan membagi tubuh atas dan bawah.

Garis anatomis adalah suatu garis khayal yang terletak pada tubuh pada posisi tertentu, antara lain :

- linea mediana anterior : merupakan garis potong anatara bidang median dengan permukaan tubuh

- linea mediana posterior : garis potong antara bidang median dengan permukaan belakang tubuh

- linea sternalis : garis khayal pada tepi lateral sternum

- linea medioclavicularis : sejajar linea mediana dan melalui pertengahan clavicula

- linea mammilaris : sejajar garis media dan melalui papilla mammae

Istilah yang menunjukkan arah dan posisi :

- medial : lebih dekat ke bidang median

- lateral : lebih jauh dari bidang median

- anterior (ventral) : ke arah muka

- posterior (dorsal) : ke arah belakang, lebih dekat dengan punggung

- superior (cranial) : ke arah atas (ke arah tengkorak)

- inferior (caudal) : ke arah bawah (ke arah ekor, di bawah)

Istilah yang berlaku bagi lengan, tungkai dan tengkorak :

- proximal : ke arah pangkal, pada pangkal

- distal : ke arah ujung, menjauhi pagkal, di ujungnya

- volar atau palmar : kearah yang sama dengan telapak tangan

- plantar : ke arah yang sama dengan telapak kaki

- radial : ke arah letak radius

- ulnar : ke arah letak ulnar

- tibial : ke arah letak tibia

- fibular : ke arah letak fibula

- frontal : ke arah muka, berlaku bagi kepala

- oksipital : ke arah belakang/disebelah belakang, berlaku di kepala

SEL DAN JARINGAN TUBUH MANUSIA

Komponen – komponen sel

Sel terdiri atas dua bagian utama : sitoplasma dan nukleus

Membran plasma : semua sel eukaryotik dibungkus oleh membran pembatas yang terdiri dari fosfolipid, protein dan polisakarida. Berfungsi sebagai barrier yang mengatur secara selektif zat-zat yang kedalam dan ke luar sel.

Retikulum endoplasmikum dan ribosom, tampak sebagai vesikel pipih atau bundar atau tubuler yang sering beranastomosis satu dengan yang lain

Apparatus golgi, tampak sebagai vesikel pipih yang bertumpuk-tumpuk

Lisosom, vesikel yang dibungkus membranyang mengandung semacam enzim litik yang fungsi utamanya berhubungan dengan pencernaan intrasitoplasmik.

Mitokondria, umumnya disusun oleh suatu membran luar dan dalam mempunyai lipatan-lipatan ke bagian dalam, membentuk krista. Berperan membentuk energi.

Nukleus, merupakan bagian bulat atau oval, biasanya di bagian tengah sel. Terdiri dari bungkus, kromatin, nukleolus dan nukleoplasma.

JARINGAN

Jaringan adalah struktur yang dibentuk oleh kumpulan sel-sel yang sering mempunyai sifat morfologik dan fungsi yang sama. Meskipun sangat kompleks, tubuh manusia hanya terdiri dari 4 jaringan utama : EPITEL, PENYAMBUNG, OTOT DAN SARAF.

Jaringan penyambung ditendai dengan banyaknya bahan intrasel yang dihasilkan oleh sel-selnya.

Jaringan otot terdiri atas sel panjang yang mempunyai fungsi khusus yaitu kontraksi.

Jaringan saraf terdiri dari sel-sek dengan prosessus panjang yang menonjol dari badan sel dan berfungsi khusus yaitu menerima, membangkitkan, dan menghantarkan rangsang saraf.

Jaringan epitel berfungsi :

1. menutupi dan melapisi permukaan

2. absorpsi/penyerapan

3. sekresi/pengeluaran misal epitel kelenjar

4. sensoris misal neuroepitel

5. kontraktil misal mioepitel

SYSTEMA SKELETALE

DEFINISI

Istilah osteologi berasal dari bahasa yunani : osteon dan logos. Osteon berarti tulang dan logos berarti ilmu. Jadi osteologi adalah cabang anatomi yang mempelajari tulang. Tulang sebagai suatu sistem dipelajari dalam systema skletale; istilah ini berasal dari bahasa latin skeleton yang berarti kerangka.

STRUKTUR DAN JARINGAN TULANG

Skeleton terdiri dari 2 bagian yaitu bagian tulang (pars ossea) dan bagian tulang rawan (pars cartilagenosa).

Pars ossea. Berdasarkan bentuk dan ukuran tlang dapat diklasifikasikan menjadi os longum (tulang panjang), os breve (tulang pendek), os planum (tulang pipih), os irregulare (tulang tidak beraturan), dan os pneumaticum (tulang berongga).

Os longum mempunyai ukuran panjang melebihi lebar dan tebalnya, misal os humerus dan os femur. Terdiri dari 3 bagian :

1. diaphysis : bagian batang

2. epiphysis : bagian ujung, dipisahkan dari diaphysis oleh jaringan cartilago yang disebut discus epiphysialis

3. metaphysis, bagian diaphysis yang berdekatan dengan epiphysis, memgandung zona pertumbuhan

struktur os longum terdiri atas :

- periosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah luar

- endosteum : jaringan pengikat yang melapisi tulang dari sebelah dalam

- substantia compacta : bagian yang padat

- susbstantia spongiosa : bagian yang berongga

- cavitas medullaris : ronga dalam tulang yang berisi medulla ossium rubra dan medulla ossium flava

Os breve, mempunyai ukuran panjang, lebar dan tebal seimbang, contoh os carpi

Os planum, memiliki tebal lebih kecil dari panjang dan lebarnya, misal os costae dan sternum.

Os irregulare, punya bentuk tidak beraturan, contoh os coxae dan os sphenoidale

Os pneumaticum, tulang yang dalamnya empunyai rongga dan berisi udara, contoh os frontale dan ethmoidale.

Pars cartilaginosa. Cartilago adalah jaringan ikat yang ulet, lenting yang disusun oleh sel-sel dan serabut-serabut dan dikelilingi oleh matrik interseluler serupa gel yang keras. Berdasarkan jenis dan jumlah jaringan ikat penyusun matriksnya cartalago dapat diklasifikasikan menjadi :

1. cartilago hyalin

2. cartilago fibrosa

3. cartilago elastica

cartilago hyalin mempunyai karakteristik sebagai berikut :

- paling banyak dijumpai

- matriks jernih, tembus cahaya

- indeks bias matrik dan kolagen sama

- dapat dijumpai pada cartilago articularis, costalis, trachea, larynx dan septum nasi

Cartilago fibrosa mempunyai karakteristik :

- serabut-serabut yg ada dalam matriks adalah kolagen

- jumlah matriks lebih sedikit

- terdapat pada articulatio cartilaginea misal pada artic. Temporomandibularis

Cartilago elastica mempunyai karakteristik :

- matriks penyusunnya adalah elastik

- jarang mengalami pengapuran

- terdapat pada auricula, tuba auditiva, larynx

SKELETON HUMANUM (KERANGKA MANUSIA)

Terdiri dari :

1. Cranium (tulang tengkorak)

2. skeleton trunci (kerangka badan)

3. cingulum superius (gelang bahu)

4. skeleton extremitas superior (anggota gerak atas)

5. cingulum inferius (gelang panggul)

6. skeleton extremitas inferius (anggota gerak bawah

CRANIUM

Terdiri atas dua :

a. neurocranium (yang meliputi otak)

1. os frontale (dahi)

2. os parietale

3. os temporale (pelipis)

4. os sphenoidale

5. os occipitale (tulang belakang kepala)

6. os ethmoidale

b. viscerocranium (yang membentuk muka) :

1. os maxillare (rahang atas)

2. os palatinum (langit-langit

3. os nasale (hidung)

4. os lacrimale (air mata)

5. os zygomaticum (pipi)

6. concha nasalis inferior

7. vomer (sekat hidung)

8. os mandibulare (rahang bawah)

SKELETON TRUNCI

1. columna vertebralis (tulang belakang) :

- vertebra cervicalis (leher) 7 ruas

- vertebra thoracalis (punggung) 12 ruas

- vertebra lumbalis (pinggang) 5 ruas

- os sacrum 5 ruas

- os cocygeus (ekor) 3-4 ruas

Lengkung ke ventral lordosis, ke belakang kyphosis, ke lateral skoliosis.

2. Costa (tulang iga/rusuk), ada yang berbentuk tulang disebut os costae dan ada yang berbentuk tulang rawan atau cartilago costalis, pada manusia berjumlah 12 pasang

3. os sternum (tulang dada) terdiri dari

- manubrium sterni

- corpus sterni

- processus xypoideus

CINGULUM SUPERIUS

1. clavicula (tulang selangka, 1 pasang)

2. scapula (tulang belikat, 1 pasang)

SKELETON EXTREMITAS SUPERIOR, terdiri dari :

1. os humerus (lengan atas) 1 pasang

2. os radius (pengumpil) 1 pasang

3. os ulna (hasta) 1 pasang

4. ossa carpalia (pergelangan tangan) 8 pasang

5. ossa metacarpalia (telapak tangan) 5 pasang

6. os phalanges (jari tangan)

CINGULUM INFERIUS atau TULANG PELVIS, terdiri dari :

a. os sacrum

b. os cocygeus

c. os coxae, terdiri dari os illium, os ischii, os pubis

rongga yang dibatasi oleh kedua os coxae, sacrum dan cocygeus disebut cavitas(rongga pelvis), cavitas pelvis dibagi oleh linea terminalis menjadi dua bagian :

1. pelvis major disebelah atas

2. pelvis minor disebelah bawah

pintu masuk ke dalam pelvis minor disebut aditus pelvis (apertura pelvis superior/pintu atas panggul/PAP), pintu keluar dari pelvis minor disebut exitus pelvis (apertura pelvis inferior/pintu bawah panggul/PBP)

Menurut bentuk aditus pelvis, pelvis wanita dapat dibagi menjadi :

1. pelvis gynecoid, bentuk hampir bulat, tedapat pada 50% wanita

2. pelvis android, seperti gambaran jantung

3. pelvis anthropoid, bentuk oval, sempit dan memanjang dengan sumbu panjang ke arah anteroposterior

4. pelvis platypelloid, bentuk ellips, sumbu panjang ke arah transversal

Perbedaan pelvis wanita dan laki-laki :

1. arcus pubis pada wanita lebih besar (>90 derajat)

2. aditus pelvis wanita hampir bulat laki-laki seperti jantung

3. ala ossis illi wanita lebih lebar

4. os sacrum pada wanita lebih pendek, lebar dan kurang melengkung

5. spina ischiadica wanita tidak menonjol

Pelvimetri (ukuran-ukuran pada pelvis)

1. conjugata anatomica : jarak antara promontorium dan tepi atas simpisis pubis

2. conjugata obstetrica (gynaecologica) : jarak antara promontorium dan dinding posterior simpisis pubis

3. conjugata diagonalis : jarak antara promontorium dan tepi bawah simpisis pubis

4. diameter transversa : ukuran transversal terbesar pada aditus pelvis

5. diameter obliqua I : jarak antara artic. Sacroiliaca dexta dan eminentia iliopectinea sin

6. diameter obliqua II : jarak antara artic. Sacroiliaca sin dan eminentia iliopectinea dextra

SKELETON EXTREMITAS INFERIOR, terdiri dari :

1. os femur (paha) 1 pasang

2. os patella (lutut) 1 pasang

3. os tibia (tulang kering) 1 pasang

4. os fibula (tulang betis) 1 pasang

5. ossa tarsi (pergelangan kaki) 7 pasang

6. ossa metatarsi (telapak kaki) 5 pasang

7. phalanges (tulang jari kaki)

Mari Belajar Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan, Apa Bedanya?

Mari Belajar Tentang Pertumbuhan dan Perkembangan, Apa Bedanya? - Pertumbuhan adalah sintesis protoplasma, biasanya diikuti oleh perubahan bentuk dan penambahan massa yang dapat lebih besar dari penambahaan plasma itu. Selain perubahan bentuk, pertumbuhan juga menyebabkan terjadinya aktivitas fisiologis, susunan biokimianya, serta struktur dalamnya. Pertumbuhan adalah pertambahan massa, ukuran, volume yang bersifat irreversibel (tidak dapat balik).

Pertumbuhan diikuti dengan diferensiasi, yaitu perubahan bentuk fisiologi sesuai fungsinya atau proses perkembangan.

Pengertian pertumbuhan membutuhkan ukuran secara tepat dan dapat dibaca dengan bentuk kuantitatif yang dapat diukur. Analisis pertumbuhan merupakan suatu cara untuk mengikuti dinamika fotosintesis yang diukur oleh produksi bahan kering. Pertumbuhan tanaman dapat diukur tanpa mengganggu tanaman, yaitu dengan pengukuran tinggi tanaman atau jumlah daun, tetapi sering kurang mencerminkan ketelitian kuantitatif.

 Mari kita contohkan apa itu Pertumbuhan


Tinggi pohon merupakan salah satu karakteristik pohon yang mempunyai arti penting dalam penafsiran hasil hutan. Tinggi pohon adalah jarak tegak antara puncak pohon terhadap permukaan tanah. Pengukuran tinggi pohon dapat dilakukan pada ketinggian tertentu dari batang. Pengukuran yang baik dilakukan adalah pohon-pohon yang telah ditebang dan pohon-pohon yang berdiri, khususnya untuk penaksiran yang berhubungan dengan Volume.

Pengukuran merupakan hal yang paling penting dilakukan, karena dapat mengetahui atau menduga potensi suatu tegakan ataupun suatu komunitas tertentu. Dalam memperoleh data pengukuran, jenis dan cara penggunaan alat merupakan faktor penentu utama yangmempengaruhi keotentikan data yang diperoleh. Semakin bagus alat yang dipergunakan maka semakin baik pula hasil pengukuran yang akan didapat.



Pengukuran tinggi pohon dengan menggunakan beberapa alat yang berbeda akan menghasilkan data yang berbeda pula. Dengan demikian, perbedaan relatif dari keakuratan data yang diperoleh diantara alat yang berbeda akan terlihat. Sehingga dapat diketahui pula kelebihan dan kelemahan suatu alat tertentu.

Pertumbuhan merupakan istilah kuantitatif yang berkaitan dengan perubahan ukuran dan masa. Pada sel pertumbuhan merupakan pertambahan volume yang tidak dapat balik. Pada jaringan dan organ, pertumbuhan secara normal mencerminkan pertambahan jumlah sel dan ukuran sel. Pertumbuhan dapat diukur secara kuantitatif.

Pertumbuhan didefinisikan sebagai pertambahan yang tidak dapat dibalikkan dalam ukuran pada sistem biologi. Secara umum pertumbuhan berarti pertambahan ukuran karena organisme multisel tumbuh dari zigot, pertumbuhan itu bukan hanya dalam volume tapi juga dalam bobot, jumlah sel, banyaknya protoplasma, dan tingkat kerumitan. Pertumbuhan volume sel merupakan hasil sintesa dan akumulasi protein, sedangkan pertambahan jumlah sel terjadi dengan pembelahan sel.

Pada batang yang sedang tumbuh, daerah pembelahan sel batang lebih jauh letaknya dari ujung daripada daerah pembelahan akar, terletak beberapa centimeter dibawah ujung (tunas). Pertambahan volume (ukuran) sering ditentukan dengan cara mengukur perbesaran ke satu atau dua arah, seperti panjang (tinggi batang) atau luas (diameter batang), atau luas (luas daun.

Tinggi pohon adalah jarak tegak antara puncak pohon terhadap permukaan tanah. Pengukuran tinggi pohon dapat dilakukan pada ketinggian tertentu dari batang. Pengukuran tinggi sperti pengukuran diameter atas batang adalah pengukuran tak langsung yang dilakukan dengan alat-alat optik dan konsikuensinya memerlukan banyak waktu. Pada waktu memilih metoda penaksiran volume dalam inventore hutan harus dicek dengan hati-hati apakah pengukuran tambahan ini pada semua sampel dapat dipeertanggung jawabkan.

Pengukuran tinggi dari pohon-pohon terdiri dari jarak vertikal sedang pengukuiran panjang dapat dibuat pada bagian-bagian yang sumbunya terpangkal dari bagian vertikal. Dapat ditambahkan, tinggi kayu yang dapat dijual dapat termasuk beberapa bagian yang cacat dibawah titk yang ditentukan sebagai batas atas dari kayu yang dapat dijual. Untuk hasil yang akurat pepohonan tidak boleh lurus dari 5 vertikal dan jarak horizontal harus ditentukan oleh pita ukur atau langkah yang hati-hati.

Beberapa macam pengukuran tinggi pohon, antara lain yaitu;

  1. Tinggi pohon total, yaitu tinggi pangkal pohon dari permukaan tanah hingga puncak pohon.
  2. Tinggi bebas cabang atau permukaan tajuk, yaitu tinggi pohon dari pangkal batang hingga cabang pertama yang membentuk tajuk.
  3. Tinggi batang komersial, yaitu tinggi batang pada saat itu laku dijual dalam perdagangan (Dephut, 1992)
Kesimpulan;

Jadi sudah jelas ya, apa itu perbedaan pertumbuhan dan perkembangan. Bahwa Pertumbuhan diikuti dengan diferensiasi, yaitu perubahan bentuk fisiologi sesuai fungsinya atau proses perkembangan.

Jika kita kaji dari umum ke khusus maka pertumbuhan lebih umum, sedangkan perkembangan masuk ke pengertian lebih khusus dalam konteks pertumbuhan.

Salam

Belajar Tentang Peristiwa Tutur dan Tindak Tutur


Bahasa adalah sebuah sistem, artinya, bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan. Jadi, bahasa adalah alat untuk berkomunikasi yang memiliki pola tersendiri yang dibentuk oleh sejumlah komponen yang dapat dimengerti dan diterima. Penggunaan bahasa untuk setiap individu akan berbeda-beda karena berdasarkan pengetahuan atau kemampuan dalam menguasai bahasa itu sendiri yang disebut repertoire. Tentu saja kemampuan berbahasa tersebut akan digunakan juga untuk berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komunikasi tersebut terjalin dengan maksudnya masing-masing.

 #1. Peristiwa Tutur


Peristiwa tutur (inggris: speech event) adalah terjadinya interaksi linguistik dalam suatu bentuk ujaran atau lebih yang melibatkan dua pihak, yaitu penutur dan lawan tutur, dengan satu pokok tuturan, di dalam waktu, tempat dan situasi tertentu. Misalnya, interaksi yang berlangsung antara seorang pedagang dan pembeli di pasar pada waktu tertentu mengunakan bahasa sebagai alat komunikasinya adalah sebuah peristiwa tutur. Peristiwa serupa kita dapati juga dalam acara diskusi di ruang kuliah, rapat dinas di kantor, sidang di pengadilan, dan sebagainya.



Sebuah percakapan baru dapat di sebut sebagai sebuah peristiwa tutur kalau memenuhi syarat seperti yang disebutkan di atas. Atau seperti dikatakan oleh Dell Hymes (1972), bahwa suatu peristiwa tutur harus memenuhi delapan komponen, yang bila huruf-huruf pertanyaan dirangkaikan menjadi akronim speaking. Kedelapan komponen itu adalah (diangkat dari Wadhaugh 1990) :

S : Setting and scene (tempat dan suasana tutur);

P : Participants (peserta tutur);

E : Ends= purpose and goal (tujuan tutur);

A : Act sequences (pokok tuturan);

K : Keys= tone or spirit of act (nada tutur).

I : Instrumentalities (sarana tutur).

N : Norms of interaction and interpretation (norma tutur).

G : Genres (Jenis tuturan).

1) Setting and Scene

Dipakai untuk menunjuk kepada aspek tempat dan waktu dari terjadinya sebuah tuturan. Secara umum karakter ini menunjuk kepada keadaan dan lingkungan fisik tempat tuturan itu terjadi. Suasana tutur berkaitan erat dengan faktor psikologis sebuah tuturan. Dapat juga suasana tutur dipakai untuk menunjuk batasan kultural dari tempat terjadinya tuturan tersebut.

Jadi jelas bahwa tempat tutur (setting) tidaklah sama dengan suasana tutur (scenes) karena yang pertama menunjuk kepada kondisi fisik tuturan sedangkan yang kedua menunjuk kepada kondisi psikologis dan batasan kultural sebuah tuturan. Dimungkinkan pula bagi seorang penutur untuk beralih dari kode yang satu ke dalam kode yang lain dalam suasana tertentu di tempat (setting) yang sama. Sebagai contoh dalam peristiwa transaksi / tawar menawar sandang di sebuah pasar, seorang pedagang mendadak akan berubah dari cara bertutur yang ramah menjadi sangat ketus terhadap calon pembeli karena mungkin dia sangt lamban dan berbelit dalam menawar.

2) Participants

Dipakai untuk menunjuk kepada minimal dua pihak dalam bertutur. Pihak yang pertama adalah orang kesatu atau sang penutur dan pihak kedua adalah mitra tutur. Dalam waktu dan situasi tertentu dapat pula terjadi bahwa jumlah peserta tutur lebih dari dua, yakni dengan hadirnya pihak ketiga. Pemilih kode yang terkait dengan komponen tutur ini akan melibatkan dua dimensi sosial manusia, yakni dimensi horisontal (solidarity) yang menyangkut hubungan penutur dengan mitra tutur yang telah terbangun sebelumnya dan dimensi vertikal (power), yakni yang berkaitan dengan masalah umur, kedudukan, status sosial dan semacamnya dari pada peserta tutur itu. Status sosial partisipan sangat menentukan ragam bahasa yang digunakan. Misalnya, seorang anak akan menggunakan ragam atau gaya bahasa yang berbeda bila berbicara dengan orangtuanya atau gurunya, bila dibandingkan kalau dia berbicara terhadap teman-temannya.

3) Ends = Purpose and Goal

Tujuan suatu peristiwa dalam suatu perintah diharapkan sejalan dengan tujuan lain warga masyarakat itu. Sebuah tuturan mungkin sekali dimaksudkan untuk menyampaikan informasi atau sebuah pikiran. Barangkali pula tuturan itu dipakai untuk merayu, membujuk, mendapatkan kesan, dan sebagainya. Dalam bertutur pastilah orang itu berharap agar tuturannya tidak dianggap menyimpang dari tujuan masyarakatnya. Sebuah tuturan mungkin juga ditunjukkan untuk merubah perilaku diri seseorang dari seseorang dalam masyarakat.

Tuturan yang dimaksudkan untuk merubah perilaku seseorang itu sering pula disebut sebagai tujuan konotatif dari penutur. Tuturan dapat juga dipakai untuk memelihara kontak antara penutur dan mitra tutur dalam suatu masyarakat. Demikianlah, orang yang bertutur pastilah memiliki tujuan dan sedapat mungkin penutur akan berupaya untuk bertutur sejalan dengan tujuan dari anggota masyarakat tutur itu.

4) Act Sequences

Pokok tuturan merupakan bagian dari komponen tutur yang tidak pernah tetap, artinya bahwa pokok pikiran itu akan selalu berubah dalam deretan pokok-pokok tuturan dalam peristiwa tutur. Perubahan pokok tuturan itu sudah barang tentu berpengaruh terhadap bahasa atau kode yang dipilihnya dalam bertutur. Dengan perkataan lain pula perpindahan pokok tuturan dalam bartutur itu dapat pula menyebabkan terjadinya alih kode.

5) Key

Nada tutur menunjuk kepada nada, cara, dan motivasi di mana suatu tindakan dapat dilakukan dalam bertutur. Nada tutur ini berkaitan eret dengan masalah modalitas dari kategoti-kategori gramatikal dalam sebuah bahasa. Nada ini dapat berwujud perubahan-perubahan tuturan yang dapat menunjuk kepada nada santai, serius, tegang, kasar, dan sebagainya. Nada tutur dapat pula dibedakan menjadi nada tutur yang sifatnya verbal dan non verbal.

Nada tutur verbal dapat berupa nada, cara, dan motivasi yang menunjuk pada warna santai, serius, tegang, cepat yang telah disebutkan sebelumnya. Adapun nada tutur non verbal dapat berupa tindakan yang bersifat para linguistik yang melibatkan segala macam bahasa tubuh (body language), kial (gestur), dan juga jarak selama bertutur (proximis). Nada tutur yang bersifat non verbal ini sangat penting perannya dalam komunikasi. Bahkan dalam masyarakat tutur Jawa, nada yang non verbal ini dipakai sebagai salah satu parameter tata krama dari seseorang.

Orang yang berbicara dengan jari yang menunjuk kepada mitra tutur dapat dipakai dalam indikasi bahwa penutur itu kurang sopan/tidak bertatakrama dan bukan berciri “Jawa”. Demikian juga apabila seorang penutur bertutur dengan mitra tutur yang lebih tua dan penutur itu bertutur dengan memandang wajah mitra tuturnya dapatlah dikatakan bahwa penutur itu juga belum njawani.

6) Intrumentalities

Sarana tutur menunjuk kepada salutar tutur (channels) dan bentuk tutur (form of speech). Adapun yang dimaksud dengan saluran tutur adalah alat di mana tuturan itu dapat dimunculkan oleh penutur dan sampai kepada mitra tutur. Sarana yang dimaksud dapat berupa saluran lisan, saluran tertulis, bahkan dapat pula melalui sandi-sandi atau kode tertentu. Saluran lisan dapat pula berupa nyanyian, senandung, dan sebagainya.

Adapun bentuk tutur dapat berupa bahasa, yakni bahasa sebagai sistem yang mandiri, dialek dan variasi-variasi bahasa yang lainnya. Bentuk tutur akan lebih banyak ditentukan oleh saluran tutur yang dipakai oleh penutur itu dalam bertutur. Bentuk tutur orang bertelepon pastilah berbeda dengan orang bertutur dengan tanpa menggunakan pesawat telepon. Dalam peristiwa transaksi barang mewah terjadi tawar menawar dilakukan lewat pesawat telepon, pasti bentuk tuturnya berbeda dengan tawar menawar langsung yang dilakukan dengan tanpa peasawat telepon.

7) Norms Of Interaction and Interpretation

Norma tutur dibedakan atas dua hal yakni norma interaksi (interaction norm) dan norma interpretasi (interpretation norms) dalam bertutur. Norma interaksi menunjuk kepada dapat/tidaknya sesuatu dilakukan oleh seseorang dalam bertutur dengan mitra tutur. Sebagai contoh dalam masyarakat tutur Jawa, manakala ada orang sedang bertutur dengan orang lain, kendatipun kita amat sangat berkepentingan dengan seseorang yang telibat dalam peristiwa tutur itu, kita tidak boleh memenggal tuturan mereka. Artinya bahwa pemenggalan percakapan yang sedang berlangsung dan pihak ketiga akan dianggap sebagai pelanggar norma, yakni norma kesopanan yang ada dalam masyarakat tutur Jawa itu.

Di dalam masyarakat tutur Jawa juga tidak diperkenankan orang bertutur dengan tidak memperhatikan keberadaan sang mitra tutur. Artinya bahwa dominasi waktu dan kesempatan yang dilakukan oleh penutur saja akan mengakibatkan kesan tidak baik dari pihak mitra tutur terhadap penutur itu. Di samping itu norma interpretasi masih memungkinkan pihak-pihak yang telibat dalam komunikasi untuk memberikan interpretasi terhadap mitra tutur khususnya manakala yang terlibat dalam komunikasi para mahasiswa dalam hal norma interpretasi.

Para mahasiswa Arab lebih sering melakukan pertentangan dan pertengkaran yang dilakukan dengan berhadapan muka. Namun demikian, mereka juga sering duduk berdampingan antara yang satu dengan yang lainnya. Para mahasiswa Arab juga sering berbicara denga suara yang lebih keras dari pada mahasiswa Amerika (Graves, 1996 dalam Gumpers, 1972). Akhirnya dapat pula disampaikan bahwa norma interpretasi erat sekali kaitannya dengan sistem kepercayaan masyarakat tutur itu. Orang Jawa percaya bahwa mereka yang berumur lebih tua adalah sesepuh mereka. Oleh karenanya mereka akan lebih cenderung dihargai dalam bertutur.

Menyampaikan hal yang sama akan lebih diinterpretasikan dengan arti yang berbeda jika itu disampaikan oleh orang yang sebaya atau bahkan lebih muda dari sesepuh itu. Hal demikian dapatlah digunakan sebagai bukti bahwa norma interaksi dalam suatu masyarakat tutur pastilah tidak dapat dipisahkan dari sisitem kepercayaan dan adat istiadat yang terdapat dan berlaku di daerah itu.

8) Genres

Menunjuk kepada jenis kategori kebahasaan yang sedang dituturkan. Maksudnya adalah bahwa jenis tutur ini akan menyangkut kategori wacana seperti percakapan, cerita, pidato dan semacamnya. Berbeda jenis tuturnya akan berbeda pula kode yang dipakai dalam bertutur itu. Orang berpidato tentu menggunakan kode yang berbeda denga kode orang bercerita. Demikian pula orang yang bercerita tidak dapat disamakan dengan kode orang yang sedang bercakap-cakap.

Berdasarkan keterangan di atas, maka pemakalah dapat menyimpulkan betapa kompleksnya peristiwa tutur yang yang telah terlihat, atau dialami sendiri dalam kehidupan kita sehari-hari.

#2. Tindak Tutur


Kalau peristiwa tutur merupakan gejala sosial, maka tindak tutur merupakan gejala individual, bersifat psikologis dan keberlangsungannya ditentukan oleh kemampuan bahasa si penutur dalam menghadapi situasi tertentu.

Istilah dan teori mengenai tindak tutur mula-mula diperkenalkan oleh J.L. Austin, seorang guru besar di Universitas Harvard pada tahun 1956. Teori yang berasal dari materi kuliah itu kemudian dibukukan oleh J.O Urmson (1965) dengan judul How to Do Thing with Word? Tetapi teori tersebut baru menjadi terkenal dalam studi linguistik setelah Searle (1969), menerbitkan buku berjudul Speech Act and Essay in the Philosophy of Language.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut tentang teori tindak tutur, terlebih dahulu kita harus memahami tentang jenis kalimat. Menurut tata bahasa tradisional, ada tiga jenis kalimat, yaitu kalimat deklaratif, kalimat interogatif dan kalimat imperatif.

a. Kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya hanya meminta pendengar untuk menaruh perhatian saja, sebab, maksud pengujar hanya memberitahukan saja.

b. Kalimat interogatif adalah kalimat yang isinya meminta agar pendengar memberi jawaban secara lisan.

c. Kalimat imperatif adalah kalimat yang isinya meminta agar si pendengar atau yang mendengar kalimat itu memberi tanggapan berupa tindakan atau perbuatan yang diminta.

Pembagian kalimat atas kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif adalah berdasarkan bentuk kalimat itu secara terlepas. Kalau kalimat-kalimat tersebut dipandang dari tataran yang lebih tinggi, misalnya dari tingkat wacana, maka kalimat tersebut dapat saja menjadi tidak sama antara bentuk formalnya dan bentuk isinya. Ada kemungkinan sebuah kalimat deklaratif atau kalimat interogatif tidak lagi berisi pernyataan dan pertanyaan, tetapi menjadi suatu bentuk perintah.

Austin membedakan kalimat deklaratif berdasarkan maknanya menjadi kalimat konstatif dan kalimat performatif. Kalimat konstatif adalah kalimat yang berisi pernyataan belaka, seperti, "Ibu dosen kami cantik sekali", atau "Pagi tadi dia terlambat bangun". Sedangkan kalimat performatif adalah kalimat yang berisi perlakuan. Artinya, apa yang diucapkan oleh si pengujar berisi apa yang dilakukannya, misalnya, "Saya menamakan kapal ini "Liberty Bell", maka makna kalimat itu adalah apa yang diucapkannya.

Sebuah kalimat performatif harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :

1. Prosedur konvensional harus ada untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Prosedur tersebut harus menentukan siapa yang harus mengatakan, dan melakukan apa, serta dalam situasi apa.

2. Semua peserta harus melaksanakan prosedur ini dengan patut dan melaksanakannya secara sempurna.

3. Pemikiran, perasaan dan tujuan tentang hal tersebut harus ada pada semua pihak.

Kalimat performatif ini lazim digunakan dalam upacara pernikahan, perceraian, kelahiran, kematian, kemiliteran dan sebagainya. Dalam pengucapannya, kalimat performatif biasanya ditunjang oleh tindakan atau perilaku yang nonlinguistik, seperti pemukulan gong, pengetukan palu dan sebagainya.

Kalimat performatif dapat dibagi atas situasi resmi dan yang tidak resmi. Yang pertama sudah dijelaskan sebelumnya. Yang kedua, adalah kalimat yang tidak terikat oleh ketiga syarat yang disebutkan di atas. Kita dapat memberikan contoh, "Saya berjanji...", Kami minta maaf atas...", Kami peringatkan Anda..., dan Saya bersedia hadir dalam...".

Kalimat performatif dapat juga digunakan untuk mengungkapkan sesuatu secara eksplisit dan implisit. Secara eksplisit artinya menghadirkan kata-kata yang mengacu pada pelaku seperti saya dan kami. Umpamanya, "Saya berjanji akan mengirimkan uang itu secepatnya", "Kami minta maaf atas keterlambatan pembayaran hutang itu", dan "Saya peringatkan, kalau Anda sering bolos, Anda tidak boleh ikut ujian".

Kalimat performatif yang implisit adalah kalimat yang tanpa menghadirkan kata-kata yang menyatakan pelaku, misalnya, "jalan ditutup" atau "ada perbaikan jalan" dan "ada ujian". Di balik kalimat-kalimat performatif yang implisit itu tentu ada pihak yang meminta kita melakukan apa yang dimintanya.

Austin membagi kalimat performatif menjadi lima kategori, yaitu :

1. Kalimat verdiktif, yakni kalimat perlakuan yang menyatakan keputusan atau penilaian, misalnya," Kami menyatakan terdakwa bersalah".

2. Kalimat eksersitif, yakni kalimat perlakuan yang menyatakan perjanjian, nasihat, peringatan, dan sebagainya, misalnya, "Kami harap kalian setuju dengan keputusan ini".

3. Kalimat komisif, adalah kalimat perlakuan yang dicirikan dengan perjanjian; pembicara berjanji dengan anda untuk melakukan sesuatu, "Besok kita menonton sepak bola.

4. Kalimat behatitif, adalah kalimat perlakuan yang berhubungan dengan tingkah laku sosial karena seseorang mendapat keberuntungan atau kemalangan, misalnya, "Saya mengucapkan selamat atas pelantikan Anda sebagai siswa teladan".

5. Kalimat ekspositif adalah kalimat perlakuan yang memberi penjelasan, keterangan atau perincian kepada seseorang, misalnya, "Saya jelaskan kepada Anda bahwa dia tidak bersalah".

Tindak tutur yang dilangsungkan dengan kalimat performatif oleh Austin, dirumuskan sebagai tiga peristiwa tindakan yang berlangsung sekaligus, yaitu:

1. Tindak tutur lokusi adalah tindak tutur yang menyatakan sesuatu dalam arti terbatas, atau tindak tutur dalam kalimat yang bermakna dan dapat dipahami, misalnya, "Ibu guru berkata kepada saya agar saya membantunya".

2. Tindak tutur ilokusi adalah tindak tutur yang biasanya diidentifikasikan dengan kalimat performatif yang eksplisit. Tindak tutur ini biasanya berkaitan dengan pemberian izin, ucapan terima kasih, menyuruh, menawarkan, dan menjanjikan, misalnya, "Ibu guru menyuruh saya agar segera berangkat".

3. Tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur yang berkaitan dengan adanya ucapan orang lain sehubungan dengan sikap dan perilaku non-linguistik dari orang lain, misalnya, karena adanya ucapan dokter, "Mungkin Ibu menderita penyakit jantung koroner", maka si pasien akan panik atau sedih. Ucapan si dokter adalah tindak tutur perlokusi. Dalam suatu peristiwa tutur, peran pembicara dan pendengar dapat berganti-ganti. Dalam kaitan ini, Austin melihat tindak tutur dari pembicara, sedangkan Searle melihat tindak tutur dari pihak pendengar. Menurut Searle, tujuan pembicara sukar diteliti, sedangkan interpretasi pendengar mudah dilihat dari reaksi-reaksi yang diberikan terhadap pembicara.

Menurut Searle kita bisa memperlihatkan tiga jenis tindakan ketika kita berbicara, yaitu tindakan tuturan, tindakan proposisi, dan tindakan ilokusi. Tindakan tuturan sama dengan tindakan lokusi oleh Austin. Tindakan tuturan mengacu pada fakta bahwa kita harus menggunakan kata-kata dan kalimat jika kita ingin mengatakan apapun. Tindakan proposisi adalah hal-hal yang berkaitan dengan acuan atau ramalan, sedangkan tindakan lokusi berkaitan dengan tujuan pembicara yaitu pernyataan, pertanyaan, janji, atau perintah.

Apabila dilihat dari konteks situasi, ada dua macam tindak tutur, yaitu tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. Tindak tutur yang pertama mudah dipahami oleh si pendengar karena ujarannya berupa kalimat dengan makna-makna lugas, sedangkan yang kedua hanya dapat dipahami oleh si pendengar yang sudah cukup terlatih dalam memahami kalimat yang bermakna konteks situasional.

Selain bentuk ujaran di atas, kita mengenal bentuk ujaran yang disebut dengan tipe fatis, seperti kata-kata "Udara hari ini cerah ya?" atau "Bagaimana kabarmu?", dan "Anda terlihat cemerlang hari ini!". Kita menggunakan ungkapan tersebut bukan ditujukan untuk isi ujaran, tetapi lebih pada nilai-nilai afektif sebagai suatu indikator bahwa seseorang ingin berkomunikasi dengan orang lain, untuk membuka percakapan, atau menjaga hubungan tetap terbuka dengan orang lain. Ungkapan fatis tidak bermaksud untuk benar-benar membicarakan sesuatu, tetapi lebih cenderung untuk membuka suatu aktifitas percakapan. Menurut Malinowski, ungkapan fatis atau phatic communion ini adalah salah satu tipe percakapan yang ikatan hubungannya diciptakan dengan bertukar kata-kata. Dalam keadaan tersebut, kata-kata tidak membawa arti, tetapi membawa fungsi sosial, dan hal tersebut adalah tujuan yang prinsipil.

Teks Pidato Tema Syukur Nikmat


السَلامُ عَلَيْكُم وَ رَحْمَةُ اللهِ وَ بَرَكَاتُه

الحَمْدُ لِلهِ رَبِّ العَالِميْنَ وَ بِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى اُمُورِ الدُنْيَا وَالدِّيْنِ وَ الصَّلاةُ وَ السَّلاَمُ عَلَى أَصْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَ المُرْسَلِيْنَ وَ عَلَى ألِهِ وَالصَّحْبِهِ أَجْمَعِيْنُ. أمَّا بَعْدُ.

Yang kami hormati segenap dewan juri.
Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kepada Dzat yang telah menciptakan dualisme dunia, yang mana tidak akan bertahan satu jika tidak ada dua. Sehingga terciptalah langit dan bumi, lautan dan daratan, si kaya dan si miskin, si cantik dan si buruk rupa. Hingga sempurnalah kehidupan manusia diatas permukaan bumi.

Teks pidato tema syukur nikmat
Lomba Pildacil
Selanjutnya sholawat berbingkaikan salam marilah bersama-sama kita sanjungkan kepada “the first and the best man” Nabi Muhammad SAW yang telah memayungi kita dari panasnya mentari-mentari jahiliyah, sehingga kini kita berada dalam kesejukkan dan kedamaian di bawah naungan islam.

Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, ijinkanlah saya menyampaikan sebuah pidato singkat saya yang berjudul “Syukur Nikmat”. Mensyukuri nikmat dari Allah merupakan bagian dari tanda keimanan kita kepada Allah SWT.

Allah akan menambah nikmat kepada hamba-hambaNya selagi mereka mensyukuri nikmat Allah. Hal ini tercermin dari dalil Al-Qur'an surat Ibrahim ayat 7 , yang berbunyi :

"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.

Itulah dasar mengapa kita harus bersyukur kepada Allah.

Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.

Orang-orang yang bersyukur memiliki kemampuan untuk melihat kenikmatan yang diberi Allah SWT. Tetapi anggapan kebanyakan orang, bersyukur kepada Allah hanya perlu dilakukan pada saat mendapatkan anugrah besar atau terbebas dari masalah besar. Hal itu merupakan suatu kekeliruan.

Nikmat yang dianugerahkan Allah kepada manusia, merupakan pemberian yang terus menerus. Hanya manusia sajalah yang kurang pandai memelihara nikmat, sehingga ia merasa seolah-olah belum diberikan suatu apapun oleh Allah.

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita pernah merenung sejenak tentang betapa banyaknya rezki yang kita terima dari Allah swt. Dalam hitungan waktu, setiap detik, setiap menit, dan seterusnya tercurah kenikmatan tak terhenti dari Allah yang berupa hidup, kesehatan, kecerdasan, panca indra, udara yang dihirup.

Berapa banyak langkah kaki yang kita gunakan untuk berjalan, berapa banyak energi otak yang kita pakai, dan sebagainya. Sungguh banyak sekali nikmat Allah Ta'ala yang kita terima, sehingga saking banyaknya, kita pun tak sanggup untuk bisa menghitungnya.

Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh.

Rasûlullâh SAW telah mengajarkan kita cara untuk mensyukuri nikmat Allah dalam sabdanya,
انْظُرُوْا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ فَوْقَكُمْ، فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.

Lihatlah kepada orang-orang yang lebih rendah daripada kalian, dan janganlah kalian melihat kepada orang-orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih patut bagi kalian, supaya kalian tidak meremehkan nikmat Allâh yang telah dianugerahkan kepada kalian.
Kemudian menurut Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin dijelaskan lebih rinci lagi tentang
cara mensyukuri nikmat Allah, yaitu :

Pertama, dengan melalui lisan, yaitu berupa pujian dan mengucapkan kesadaran diri bahwa ia telah diberi nikmat. Kedua, dengan melalui hati, yaitu berupa persaksian dan kecintaan kepada Allah. Dan yang terakhir dengan melalui anggota badan, yaitu berupa kepatuhan dan ketaatan kepada Allah.

Hadirin hadirat yang dirahmati Alloh

Marilah kita sejenak meluangkan waktu untuk Bermuhasabah, bagaimana kita memanfaatkan atas nikmat Iman, nikmat Islam, nikmat sehat, nikmat kelapangan waktu yang kita dapatkan selama ini.
Allahumma a’innii ’ala zikrika wa syukrika, wahusni ’ibaadatika Ya Allah tolonglah kami untuk selalu ingat kepada Mu, untuk selalu bersyukur kepada Mu, dan untuk selalu memperbaiki ibadat kepada Mu. Aamiin ya robbal ‘alamin.

Demikian yang dapat saya sampaikan,
Kalau pedang melukai tubuh
Masih ada harapan sembuh
Namun jikalau lidah melukai hati
Saya mohon maaf dari lubuk hati
Burung irian burung cendrawasih
Cukup sekian dan terimakasih

اَخِيْرُلْكَلَمْ وَبِاللّهِ التَّوْفِيْقَ وَالهِدَايَهْ

والسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وبَرَكَاتُهْ